Kesopanan Berbahasa Dalam Film Wardah Ramadan Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.36985/vxcavh03Keywords:
Kesopanan Berbahasa, Film Wardah Ramadan, Maksim Leech, Teks Drama, Pembelajaran Bahasa IndonesiaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pematuhan prinsip kesopanan berbahasa dalam kumpulan Film Wardah Ramadan serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan antartokoh dalam tiga series Film Wardah Ramadan tahun 2025, yaitu Ingat Setiap Niat, Mengalah untuk Melangkah, dan Bersabar Jadi Berkah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Analisis data didasarkan pada enam maksim prinsip kesopanan Leech, yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, kemufakatan, dan kesimpatian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 68 tuturan yang memenuhi prinsip kesopanan berbahasa. Data tersebut terdiri atas maksim kebijaksanaan sebanyak 5 data (7,5%), maksim kedermawanan sebanyak 12 data (17,6%), maksim penghargaan sebanyak 12 data (17,6%), maksim kesederhanaan sebanyak 10 data (14,7%), maksim kemufakatan sebanyak 26 data (38,2%), dan maksim kesimpatian sebanyak 3 data (4,4%). Pematuhan yang paling banyak ditemukan adalah maksim kemufakatan. Hasil penelitian diimplikasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA, khususnya materi teks drama, dengan memanfaatkan tuturan dalam film sebagai bahan ajar untuk membantu peserta didik memahami dan menganalisis kesopanan dalam dialog antartokoh
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yosifa Namira Anyelina (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



