Potensi Ekowisata Pantai La Reva Di Desa Reva Nagori Sipolha Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun
Kata Kunci:
Ekowisata, Pantai, Goa, Batu GondangAbstrak
Potensi Ekowisata Pantai La Reva Di Desa Reva Nagori Sipolha Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun dibawah bimbingan Meylida Nurrachmania, S.Hut,M.Si sebagai ketua pembimbing dan Rozalina, S.Hut, M.Si sebagai anggota pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi & daya tarik ekowisata pantai La Reva dan untuk menganalisis kelayakan potensi & daya tarik ekowisata pantai La Reva di Desa Reva Nagori Sipolha Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun. Penelitian ini dilakukan di Desa Reva Nagori Sipolha Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun pada bulan Februari - Maret 2022 dengan menggunakan metode Observasi. Objek penelitian ini adalah potensi ekowisata dan kelayakan potensi pantai La Reva. Kawasan Wisata Alam Pantai La Reva memiliki tiga potensi yaitu potensi keindahan pemandangan alam yang dapat melihat pemandangan Danau Toba juga pemandangan perbukitan hijau di sekeliling Kawasan Pantai La Reva, potensi area perkemahan/camping ground dan potensi area Batu Gondang. Kawasan objek wisata Pantai La Reva layak dikembangkan sebagai salah satu objek daerah tujuan wisata. Untuk kriteria daya tarik danau diperoleh nilai sebesar 77,08%. Untuk kriteria daya tarik Gua diperoleh nilai sebesar 86,67% sedangkan untuk kriteria aksesibilitas diperoleh nilai sebesar 94,44%. Untuk kriteria pengelolaan dan pelayanan diperoleh nilai sebesar 83,33%. Untuk kriteria Akomodasi diperoleh nilai 33,33%. Untuk kriteria sarana dan prasarana penunjang diperoleh nilai sebesar 40,00% . Untuk kriteria Ketersediaan air bersih diperoleh nilai sebesar 93,33%. Dan untuk kriteria keamanan diperoleh nilai sebesar 66,67%. Serta kriteria Pemasaran diperoleh nilai sebesar 83,33%. Hasil dari penilaian pada Kawasan Wisata Alam Pantai La Reva dikatakan layak untuk dikembangkan karena memperoleh nilai sebesar 73,13%. Pantai La Reva memiliki daya tarik, aksesibilitas, pengelolaan dan pelayanan, serta sarana dan prasarana penunjang, akomodasi, ketersediaan air bersih, kemanan serta pemasaran yang cukup baik sehingga lebih memungkinkan untuk dilakukannya pengembangan wisata.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL AGRILINK: KAJIAN AGRIBISNIS DAN RUMPUN ILMU SOSIOLOGI PERTANIAN

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





