TRANSFORMASI KEBERLANJUTAN USAHATANI PADI SAWAH: ANALISIS STATUS, FAKTOR PENGUNGKIT, DAN STRATEGI INTERVENSI DI KUANTAN SINGINGI
Kata Kunci:
Padi Sawah, Keberlanjutan, Atribut SensitifAbstrak
Pertanian merupakan sektor utama dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan sumber penghidupan bagi masyarakat pedesaan. Padi memiliki peran strategis karena menjadi makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia. Penerapan keberlanjutan usahatani padi sawah masih mengalami kendala seperti, petani masih mengelola usahatani padi sawah untuk mencukupi lumbung pangan keluarga sehingga belum menghasilkan surplus yang dapat dipasarkan, lokasi lahan tadah hujan, dan ketergantungan petani pada bantuan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis status keberlanjutan dan atribut pengungkit dari usahatani padi sawah di Desa Sungai Manau Kecamatan Kuantan Mudik, Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden yang diambil dengan metode accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Multi Dimentional Scalling melalui software RAP-Paddy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi sawah di Desa Sungai Manau memiliki status keberlanjutan sebesar 69,55 atau cukup berkelanjutan dengan dimensi ekonomi cukup berkelanjutan dengan nilai indeks 71,56, dimensi ekologi cukup berkelanjutan dengan nilai indeks 53,94, dan dimensi sosial sangat berkelanjutan dengan nilai indeks 83,15. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,94 dan nilai stress sebesar 0,14 menunjukkan bahwa model memiliki tingkat kecocokan yang baik. Atribut sensitif dari dimensi ekonomi adalah produktivitas padi, pemanfaatan lembaga permodalan, dan kelayakan usahatani. Atribut sensitif dari dimensi sosial adalah tingkat pendidikan, umur petani, alokasi waktu berusahatani, program bantuan pemerintah, intensitas penyuluhan, pengalaman berusahatani, dan keaktifan dalam 60 kelompok tani. Atribut sensitif dari dimensi ekologi adalah pengendalian hama dan penyakit, serta penggunaan benih.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL AGRILINK: KAJIAN AGRIBISNIS DAN RUMPUN ILMU SOSIOLOGI PERTANIAN

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





