ANALISIS NILAI TAMBAH UBI KAYU SEBAGAI BAHAN BAKU KERIPIK SINGKONG DI DESA NAGORI DOLOK KECAMATAN SILOUKAHEAN

Penulis

  • Hotman Tuah Purba Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Simalungun Penulis
  • Romauli Simanjuntak Penulis
  • Sudiropiando Purba Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Simalungun Penulis

Kata Kunci:

Nilai Tambah Ubi Kayu Sebagai Bahan Dasar Keripik Singkong

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar nilai tambah ubi sebagai bahan baku keripik singkong oleh pengusaha sekaligus petani dan pengusaha bukan petani. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Penentuan tempat penelitian dilakukan oleh peneliti sendiri dengan alasan tempat penelitian adalah tempat tinggal peneliti yaitu desa Nagori Dolok Kecamatan Silou kahean Kabupaten Simalungun. Nilai tambah pengolah ubi kayu menjadi keripik singkong untuk kelompok pengusaha sekaligus petani mulai dari pencabutan sampai dengan pengemasan memperoleh nilai tambah Rp/hari sampai dengan Rp/Bulan selama 30 hari.  Untuk kegiatan pencabutan memiliki nilai tambah sebesar Rp 29.362/hari sehingga diperoleh nilai tambah dalam satu bulan (30 hari) sebesar Rp 29.362 dikali 30 hari menjadi Rp 880.860. Keuntungan yang diperoleh dalam satu kali produksi sebesar Rp 104.305,58/hari. Jika dihitung dalam satu bulan (30 hari) yaitu Rp 104.305,58 x 30 hari = Rp 3.129.267,4 Nilai tambah pengolaha ubi kayu menjadi keripik singkong untuk kelompok pengusaha bukan petani pembelian sampai pengemasan. Untuk kegiatan pembelian memiliki nilai tambah sebesar Rp 26.792/hari sehingga diperoleh nilai tambah dalam satu bulan (30 hari) sebesar Rp 26.792 dikali 30 hari menjadi Rp 803.760. Untuk bahan baku ubi kayu daam satu kilo gram ubi memperoleh harga Rp 3.000 sehingga untuk 20 Kg bahan baku harga bahan baku menjadi Rp 60.000. dengan nilai total biaya sebesar Rp 255.694,42 untuk bahan baku 20Kg. Sehingga dapat diperoleh untuk  1kg bahan baku total biaya yang diperlukan menjadi Rp 12.784,72 hal ini dapat dihitung dari jumlah total biaya Rp 255.694,42 : 20Kg = Rp 12.784,72 Keuntungan yang diperoleh dalam satu kali produksi sebesar Rp 44.305,58/hari. Maka dalam 30 hari produksi keuntungan yang diperoleh adalah Rp 44.305,58 x 30 hari = Rp 1.329.167,4

Unduhan

Diterbitkan

2021-08-02

Terbitan

Bagian

Articles