PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING, CRT BUDAYA CIREBON, DAN TaRL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISTEM PENCERNAAN KELAS VIII

Penulis

  • Dito Dito Universitas Muhammadiyah Cirebon image/svg+xml Penulis
  • Dygta Nurputri Erwina R Penulis
  • Nurwanti Fatnah Penulis
  • Sumiri Penulis

DOI:

https://doi.org/10.36985/cw1rmn57

Kata Kunci:

Problem Based Learning, Culturally Responsive Teaching, Teaching at the Right Level, Motivasi Belajar, Hasil Belajar

Abstrak

Materi sistem pencernaan bersifat abstrak sehingga motivasi dan hasil belajar siswa sering belum optimal, terlebih pada kelas dengan kesiapan belajar yang beragam. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII pada materi sistem pencernaan melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbasis budaya Cirebon dan Teaching at the Right Level (TaRL). Penelitian mengikuti model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dengan subjek 38 siswa. Hasil belajar diukur melalui tes dan motivasi belajar melalui angket; nilai tiap siklus merupakan rata-rata dua kali pengukuran. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif, dengan N-gain, uji-t berpasangan, dan uji Wilcoxon. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 67,37 pada siklus I menjadi 81,17 pada siklus II, dengan ketuntasan klasikal naik dari 50,00% menjadi 81,58%. Rata-rata motivasi belajar meningkat dari 68,29 menjadi 80,51. Peningkatan keduanya signifikan (p < 0,001) dengan N-gain kategori sedang. Dengan demikian, perpaduan PBL, CRT budaya Cirebon, dan TaRL efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2026-10-14

Cara Mengutip

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING, CRT BUDAYA CIREBON, DAN TaRL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISTEM PENCERNAAN KELAS VIII. (2026). Jurnal Metabio, 8(2), 26-37. https://doi.org/10.36985/cw1rmn57