Strategi Formulasi Rekomendasi Ombudsman Dalam Pengawasan SPMB Guna Penguatan Kinerja SDM
DOI:
https://doi.org/10.36985/stscqb49Keywords:
Strategi Formulasi, Rekomendasi Ombudsman, Pengawasan SPMB, Kinerja SDMAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi formulasi rekomendasi Ombudsman dalam pengawasan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebagai instrumen penguatan kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) pelaksana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Keasistenan Utama VII Ombudsman Republik Indonesia. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam terstruktur, yang didukung oleh data sekunder berupa dokumen laporan hasil pengawasan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi formulasi rekomendasi berhasil mengidentifikasi celah kinerja (performance gap) pada SDM pelaksana di daerah, yang meliputi rendahnya pemahaman regulasi teknis petugas verifikator serta adanya kendala sinkronisasi basis data lintas sektoral. Melalui pelaksanaan Forum Gelar Pendapat yang bersifat kolektif-kolegial, Ombudsman merekonseptualisasi arah rekomendasi dari yang semula bersifat reaktif dan punitif menjadi sebuah intervensi yang preventif dan sistemik. Intervensi tersebut difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu peningkatan kompetensi teknis petugas pelaksana, sinkronisasi sistem data nasional, dan penguatan akuntabilitas perilaku aparatur. Dampak strategis dari formulasi rekomendasi ini adalah diterbitkannya Surat Edaran oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai instrumen kepastian hukum yang menstandarisasi operasional pelayanan secara nasional sekaligus menutup celah terjadinya maladministrasi yang berulang
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Taufik Akbar, Yohanes Ferry Cahaya (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




