UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KOLABORASI BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI  BIOTIK DAN ABIOTIK

Authors

  • Nazwa Garnisa Balqis Universitas Simalungun image/svg+xml Author
  • Nadra Ilza Humairah Author

DOI:

https://doi.org/10.36985/whpqsy73

Keywords:

Problem Based Learning, berpikir kritis, aktivitas belajar, faktor biotik dan abiotik, media ekosistem

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan kolaborasi berpikir kritis Siswa pada pembelajaran Biologi melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada materi faktor biotik dan abiotik. Penelitian dilakukan pada Siswa dengan jumlah 8 orang. Dalam proses pembelajaran, peneliti menggunakan media PPT sebagai media penyampaian materi dan media ekosistem sederhana berupa toples berisi tanah, cacing, belalang, rumput, dan daun sebagai media pembelajaran langsung agar Siswa mampu memahami permasalahan nyata yang terjadi dalam lingkungan. Siswa juga diberikan masalah  kontekstual mengenai hubungan komponen biotik dan abiotik kemudian berdiskusi untuk mencari solusi bersama. Data penelitian diperoleh melalui hasil pretest dan posttest Teman MahaSiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pretest Siswa sebesar 76,25 dengan median 75 dan modus 60. Setelah diterapkan model Problem Based Learning, rata-rata posttest meningkat menjadi 92,5 dengan median 90 dan modus 90. Nilai N-Gain yang diperoleh sebesar 0,68 dengan kategori sedang mendekati tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dengan bantuan media ekosistem sederhana mampu meningkatkan aktivitas belajar dan kolaborasi berpikir kritis Siswa pada materi faktor biotik dan abiotik.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KOLABORASI BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI  BIOTIK DAN ABIOTIK. (2026). Jurnal Metabio, 8(1), 35-43. https://doi.org/10.36985/whpqsy73