Resiliensi Keuangan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Pra dan Pasca Akuisisi BPKH
DOI:
https://doi.org/10.36985/zvbcr994Keywords:
Resiliensi Keuangan, Bank Muamalat, BPKH, CAR, NPF, BOPO, ROAAbstract
Kajian empiris ini mengomparasikan resiliensi finansial PT Bank Muamalat Indonesia Tbk pada periode pra dan pasca-akuisisi oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Empat indikator utama yang dievaluasi meliputi CAR, NPF Gross, BOPO, dan ROA. Menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif, riset ini mengeksploitasi data laporan keuangan triwulanan horizon 2019–2025 dengan total sampel 28 observasi (12 pra-akuisisi dan 16 pasca-akuisisi). Pengujian statistik menggunakan metode deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, serta uji nonparametrik Mann–Whitney U-Test. Hasil analisis membuktikan adanya perbedaan signifikan pada rasio CAR (p-value = 0,0000), NPF Gross (p-value = 0,0003), dan ROA (p-value = 0,0016), sedangkan variabel BOPO tidak memperlihatkan pergeseran bermakna (p-value = 0,1313). Temuan ini mengonfirmasi bahwa intervensi BPKH berkontribusi nyata pada pengokohan solvabilitas, mutu aset, dan pemulihan profitabilitas, meskipun belum mampu menstimulasi efisiensi operasional secara signifikan. Studi ini memperkaya literatur resiliensi keuangan perbankan syariah pasca-restrukturisasi kepemilikan
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhamad Fahmi Ridho, Yani Aguspriyani (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




