Kajian Efisiensi, Kesesuaian Wilayah, Dan Analisis Teknoekonomi Penerapan Mesin Pengering Cabai Tenaga Surya Di Kabupaten Simalungun
DOI:
https://doi.org/10.36985/3ax07z58Keywords:
Cabai, Kesesuaian Wilayah, Mesin Pengering, Pascapanen, Tenaga Surya, TeknoekonomiAbstract
Cabai merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, tetapi sifatnya mudah rusak dan sangat dipengaruhi oleh kadar air pascapanen. Penelitian ini bertujuan mengkaji efisiensi teknis, kesesuaian wilayah, dan kelayakan teknoekonomi penerapan mesin pengering cabai tenaga surya di Kabupaten Simalungun. Kajian dilakukan pada tahun 2026 dengan pendekatan deskriptif-kuantitatif melalui analisis data sekunder produksi cabai, penilaian potensi energi surya, simulasi kebutuhan energi pengeringan, pembobotan kesesuaian wilayah, dan simulasi ekonomi. Rancangan yang dianalisis adalah pengering kabinet surya berkapasitas 50 kg/batch. Hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan panas efektif desain sekitar 51,2 MJ/batch dan efisiensi pengeringan 21,4-28,7%. Wilayah prioritas penerapan adalah Purba dan Raya, diikuti Dolok Pardamean, Silimakuta, dan Pematang Silimahuta. Pada simulasi teknoekonomi dengan investasi awal Rp15.000.000, umur alat 10 tahun, tingkat diskonto 10%, biaya operasi dan pemeliharaan 5% investasi per tahun, serta 120 batch/tahun, total biaya tahunan ekuivalen diperkirakan Rp3,19 juta atau sekitar Rp26,6 ribu/batch. Analisis sensitivitas menunjukkan simple payback period sekitar 1,33-2,86 tahun untuk manfaat ekonomi Rp50-100 ribu/batch, dengan NPV 10 tahun tetap positif pada seluruh skenario. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknologi berpotensi layak secara teknis dan ekonomi apabila tingkat pemanfaatan alat dan nilai tambah produk dapat dipertahankan
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Immanuelta Sitepu, Yuni Lestari br Sitepu (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




