Menyeberang Menuju Destinasi Super Prioritas: Analisis Pola Asal-Tujuan Dan Kinerja Transportasi Multimoda Penumpang Di Kawasan Strategis Nasional Danau Toba
DOI:
https://doi.org/10.36985/pra75179Keywords:
Pergerakan Penumpang, Survei Asal-Tujuan, Matriks Asal Tujuan, Transportasi Multimoda, Kawasan Danau TobaAbstract
Danau Toba ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) sekaligus salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas pariwisata Indonesia, sehingga membutuhkan dukungan sistem transportasi multimoda yang terpadu. Penelitian ini bertujuan mengukur besaran pertumbuhan pergerakan penumpang, mengidentifikasi karakteristik perjalanan, menganalisis pola dan intensitas pergerakan melalui estimasi Matriks Asal-Tujuan (MAT), serta menguji keterkaitan kebijakan pembangunan moda transportasi dengan pertumbuhan pergerakan penumpang di kawasan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif melalui survei volume lalu lintas (traffic counting) 24 jam pada lima ruas jalan, survei wawancara tepi jalan (roadside interview), survei penumpang kapal di sebelas dermaga, wawancara penumpang Bandar Udara Silangit, dan survei rumah tangga pada delapan kabupaten zona internal. Data dianalisis dengan pemodelan transportasi empat tahap (bangkitan, sebaran, kalibrasi matriks gravitasi, dan validasi) serta indikator Load Factor untuk menilai kinerja angkutan penyeberangan. Hasil penelitian menunjukkan pergerakan penumpang terbesar terjadi pada koridor Kabupaten Karo-Simalungun (366.648 dan 379.354 orang/tahun) dan didominasi oleh pergerakan yang berasal dari pintu masuk Medan-Pematangsiantar, sementara pintu lintas timur (Labuhanbatu) memiliki kontribusi paling minim. Model bangkitan dan tarikan perjalanan menghasilkan koefisien determinasi moderat (R² 0,47-0,51) terhadap jumlah penduduk. Load Factor lintasan penyeberangan Simanindo-Tigaras masih berada di bawah 70%, mengindikasikan bahwa kapasitas armada penyeberangan yang tersedia, termasuk penambahan tiga kapal baru, belum sepenuhnya sebanding dengan pertumbuhan riil pergerakan penumpang. Temuan ini relevan dengan data terbaru yang menunjukkan tingkat konektivitas transportasi kawasan Danau Toba masih tergolong sedang (indeks gamma 0,471), serta kontribusi kunjungan wisatawan Danau Toba yang masih jauh di bawah destinasi unggulan lain. Penelitian ini merekomendasikan pembaruan basis data asal-tujuan secara berkala serta penguatan konektivitas antarmoda untuk mendukung pertumbuhan pariwisata Danau Toba yang berkelanjutan
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Liberti H Tampubolon, M Ade Kurnia Harahap, Anggiat Sinurat, Ummu Harmain (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




