ETNOBOTANI TUMBUHAN RIMPANG SEBAGAI OBAT TRADISIONALBERBASIS PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT ACEH
DOI:
https://doi.org/10.36985/h5zrqx63Keywords:
Etnobotani, tumbuhan rimpang, obat tradisional, pengetahuan lokal, masyarakat AcehAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan etnobotani tumbuhan rimpang sebagai tanaman berkhasiat obat berbasis pada pengetahuan masyarakat serta pemanfaatan etnobotani tumbuhan rimpang pada masyarakat Gampong Meunasah Papeun, Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi partisipatif, wawancara (terstruktur), dan dokumentasi. sedangkan Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Alasan peneliti menggunakan teknik purposive sampling karena sampel yang ditentukan oleh peneliti sesuai kriteria yang ingin diteliti.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masih memanfaatkan berbagai jenis rimpang seperti jahe, kunyit, serai sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti batuk, demam, meningkatkan imun tubuh, dan gangguan pencernaan. Pengolahan rimpang dilakukan secara sederhana melalui perebusan, penumbukan, penyeduhan, serta pengeringan, yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini mencerminkan kearifan lokal yang adaptif dan berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Namun, keberlanjutan praktik ini menghadapi tantangan berupa menurunnya minat generasi muda dan kurangnya dokumentasi ilmiah. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian dan pengembangan agar pemanfaatan tumbuhan rimpang tetap relevan dalam mendukung sistem kesehatan berbasis lokal.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lasri, Erna Fitriani Hamda, A’zizah, Era Maulia, Muhammad Safwan Jamil (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


