DAMPAK KEBERADAAN TRANSPORTASI ONLINE (GRAB) TERHADAP PENDAPATAN TRANSPORTASI KONVENSIONAL (STUDI  KASUS PENARIK BECAK DI KECAMATAN MEDAN PETISAH KOTA MEDAN) TAHUN 2025

Authors

  • Fairuza Anggi Octavia Program Studi Manajemen Universitas Efarina Author
  • Nursakinah Sarumpaet Author
  • Serliana Purba Author
  • Iyen Rivaldo Author
  • Maswan Daulay Author

Keywords:

Transportasi Konvensional, Transportasi Online dan Pendapatan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengetahui lebih jelas bagaimana  dampak keberadaan transportasi online (Grab) terhadap pendapatan trasportasi konvensional (studi kasus penarik becak di Kecamatan Medan Petisah Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif yang melibatkan 30 orang responden serta melibatkan 3 penarik becak untuk dilakukan wawancara.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pembagian kuesioner dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan formula statistik, yakni dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana yang pengelolahannya dilakukan dengan program SPSS serta Dokumentasi.  Hasil analisis kuantitatif menunjukkan  bahwa  hasil uji hipotesis melalui uji t dengan nilai thitung sebesar 7,186 > ttabel sebesar 2,04 dengan nilai signifikan 0,00 < 0,05, maka Hipotesis diterima, artinya keberadaan transportasi online (Grab) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan trasportasi konvensional di Kecamatan Medan Petisah Kota Medan. Hasil data secara kualitatif menjelaskan bahwa kehadiran transportasi online secara umum menurunkan pendapatan tukang becak, terutama di kota Medan, karena perubahan preferensi konsumen, kemajuan teknologi, dan ketidak siapan tukang becak dalam menghadapi persaingan digital. Banyak penumpang, terutama anak muda dan pekerja, beralih ke ojek online. Akibatnya, tukang becak kehilangan sebagian besar pelanggannya. Ojek online sering memberi promo atau diskon, sedangkan tarif becak relatif tetap dan kadang lebih mahal untuk jarak dekat. Dulu, becak digunakan untuk perjalanan dalam gang atau area sempit. Sekarang, banyak orang lebih memilih jalan kaki atau ojek online, bahkan untuk jarak pendek. Munculnya ketimpangan sosial karena sebagian besar tukang becak mengalami penurunan drastis dalam penghasilan harian, terutama di kota besar. Tukang becak merasa tersisih dan kalah saing karena tidak memiliki akses teknologi, HP canggih, atau keterampilan digital.

 

 

Published

2026-02-02