PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA DALAM MEMBANGUN PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE YANG BERTANGGUNG JAWAB DI KALANGAN MAHASISWA
Keywords:
Pancasila, Artificial Intelligence, etika, integritas akademik, mahasiswaAbstract
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) generatif memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam mencari informasi, memahami materi, dan menyelesaikan tugas akademik, namun juga memunculkan persoalan etika seperti ketergantungan, menurunnya kemampuan berpikir kritis, pelanggaran integritas akademik, plagiarisme, serta risiko privasi dan keamanan data. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan AI dalam aktivitas akademik mahasiswa, mengidentifikasi tantangan etisnya, serta mengkaji bagaimana Pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi landasan penggunaan AI yang bertanggung jawab. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data sekunder dari artikel jurnal, buku, dan publikasi resmi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelima sila Pancasila dapat dihubungkan dengan persoalan etika penggunaan AI: kejujuran dan tanggung jawab moral (sila pertama), penghargaan terhadap hak dan karya orang lain (sila kedua), menjaga persatuan (sila ketiga), berpikir kritis dalam mengambil keputusan (sila keempat), serta keadilan dan dampak penggunaan teknologi (sila kelima). Berdasarkan hubungan tersebut, penelitian ini merumuskan tujuh prinsip penggunaan AI yang bertanggung jawab bagi mahasiswa. Kesimpulannya, Pancasila dapat menjadi pedoman etis agar mahasiswa memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar tanpa mengabaikan kejujuran, tanggung jawab, dan integritas akademik.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Ihsan Syahaf Nasution, Saniah Lidiya Hawani, Reghina Adella, Dhea Marpaung, Ummi Fadillah, Melati Sihombing (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


