PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI RUANG PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL: STUDI LITERATUR TENTANG PRAKTIK PENGUATAN SIKAP TOLERANSI DI SEKOLAH
Keywords:
Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Multikultural, Toleransi, Keberagaman, Pembelajaran KewarganegaraanAbstract
Keberagaman sosial, budaya, agama, dan identitas peserta didik merupakan realitas pendidikan Indonesia, tetapi tidak otomatis membentuk toleransi. Pendidikan multikultural memerlukan pembelajaran inklusif, dialogis, dan setara. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berperan strategis dalam mengembangkan nilai demokrasi, persatuan, keadilan, serta pengalaman hidup bersama. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi PKn sebagai ruang pembelajaran multikultural untuk memperkuat toleransi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka naratif, dengan analisis tematik dan deskriptif-analitis terhadap konsep, temuan empiris, kecenderungan, keterbatasan, serta kesenjangan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa toleransi tidak cukup dibangun melalui pengetahuan normatif dan pengenalan keberagaman, tetapi membutuhkan interaksi, dialog, refleksi, pengurangan prasangka, serta praktik sosial yang setara. PKn menjadi ruang pembelajaran multikultural ketika keberagaman diintegrasikan sebagai pengalaman kewarganegaraan, bukan sekadar materi ajar. Dengan demikian, PKn berpotensi memperkuat toleransi melalui pendekatan pedagogis yang dialogis, reflektif, partisipatif, dan berorientasi pada praktik kewarganegaraan inklusif dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat yang majemuk.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amalia Nuzula, Lutfi Kurniawan, Pijar Aulia Samudra, Juz'amma Rossain (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


